Monday, 31 October 2011

feels like a succubus

at first, I don't even realize it..
aku benar-benar merasa seperti iblis wanita yang tujuan eksistensinya hanya untuk menundukkan semua laki-laki yang aku temui.. orang yang kukenal maupun tidak, orang baru maupun sahabat lama, pacar maupun mantan dari teman, saudara atau orang yang kuanggap begitu, senior maupun juniorku, yang derajatnya di atas maupun dibawahku, bahkan suami orang sekalipun..


aish.! is it real.?
dan aku selalu merasa secercah kepuasan dari hal itu.. lagi pula hanya dengan kata-kata manis dan pendekatan asal-asalan, mereka jatuh ke tanganku.. benar-benar merasa jadi succubus.. meski aku paham saat godaan kecil atau rasa tertarik dari mereka menerpaku, sekecil apapun itu aku masih dapat mendeteksinya, aku harus menjauh untuk menghindari lubang setan itu.! tapi tahu apa yang kuperbuat.? aku meladeni dengan segala bualanku.! dalam otak aku menanamkan dalam-dalam sebuah pikiran semu yang terus berucap, "maksudku hanya untuk bersikap baik!", walau hatiku berteriak bahwa ada monster di balik kalimat itu..

yeah.. I feel like a succubus..
aku akan pergi jika aku sudah merasa puas, bosan, atau mangsaku bertindak berlebihan seperti ingin memilikiku.. bila pilihan terakhir terjadi, aku akan mendepaknya dengan cara terbrutal yang aku tengah atau pernah pikirkan.. mengenyahkan mereka yang kecanduan akan presensiku..

that is right.! I look like a succubus..
dan aku akan tetap berwajah polos tak menarik yang memakai topeng berlapis.. dan di setiap lembar topeng itu terdapat jutaan strategi yang terukir rapi, hasil dari proses otak busukku, untuk melumpuhkan korbanku.. menggenggam mereka dalam senyum kemenanganku.. serasa ada tulisan di dahiku, 'touch me if you dare, and you will feel full of pain for the rest of your life.!'..

oh, God.. do I look like a succubus.?
jengah.? benar.. merasa bersalah.? pasti, walau baru kusadari dalam kurun waktu yang lama.. bertobat.? ya, yang sayangnya akan kuulangi lagi beberapa saat setelahnya..  berhenti.? dalam gelengan, aku menjawab tidak.. dan tahukah apa yang paling parah.? aku memainkan peranku secara spontan.. menarik perhatian mereka dengan cara-cara yang terlintas begitu saja di otakku.. tanpa latihan spesial atau kursus khusus, aku seperti pemain lama yang jauh lebih tinggi dari kata 'mahir' di bidangnya.. sampai-sampai mulai dari barang termurah seperti jepit rambut hingga barang abstrak seperti nilai, meluncur dengan mudahnya.. aku benar-benar menikmatinya.. oh.. ini semakin keterlaluan..

do people look at me as a succubus.?
maaf pada mereka yang pernah, sedang atau akan menjadi bahan permainanku.. maaf yang lebih dalam lagi pada pasangan-pasangan mereka yang terluka karena aku.. tahukah bila ada dua hal ajaib yang dapat membebaskan diri dari jeratanku.? kesetiaan tulus dan menjadi diri sendiri.. karena aku sedikit mengerti bahwa kharismaku adalah kharisma jiwa yang ada dengan sendirinya.. yang tanpa sadar kuperkuat dengan senyum dan do'a..

walau begitu tetap saja..  I  feel  like  a  succubus,,  and  I  am  sick about  it..

[sebuah ungkapan yang Author temukan di balik buku dan kacamata tebalnya.. yang intinya adalah apapun yang berlebihan sangat menakutkan.. hanya sebuah narasi dari salah seorang kawan yang mulai tak tahan dengan ability.n sendiri.. yang ngotot minta di-upload atas nama orang lain.. semoga kau mendapatkan jalan yang benar dengan kemampuan.mu itu, 친구..]


No comments:

Post a Comment